FAQ : Arema dan LPI - Tiket Pertandingan (Bagian 1)

Reporter : WeAremania
http://wearemania.net/images/berita/icon/2011_01_03_lpi.png

Wearemania.net - http://wearemania.net/images/berita/icon/2011_01_03_lpi.pngIseng-iseng, beberapa teman di berbagai milis dan forum sering menanyakan kepada saya tentang Arema yang tidak "jadi" mengikuti kompetisi LPI(Liga Primer Indonesia) dan issue-issue yang berkaitan dengan keduanya, tentunya jawaban dari saya ketika itu berasal dari sudut pandang saya selaku suporter dan dengan mempertimbangkan masukan data dan informasi dari teman-teman yang sekiranya layak dan patut untuk dipublish.

Iseng-iseng, beberapa teman di berbagai milis dan forum sering menanyakan kepada saya tentang Arema yang tidak "jadi" mengikuti kompetisi LPI(Liga Primer Indonesia) dan issue-issue yang berkaitan dengan keduanya, tentunya jawaban dari saya ketika itu berasal dari sudut pandang saya selaku suporter dan dengan mempertimbangkan masukan data dan informasi dari teman-teman yang sekiranya layak dan patut untuk dipublish.

1. Penonton penuh, namun Arema tetap krisis dana
Pernyataan ini sering mencuat ketika Arema mengalami krisis dana dan akibatnya pembayaran gaji pemain sering terlambat. Kondisi ini nyaring terdengar mulai dari musim kemarin hingga sekarang ini. Bahkan awal tahun ini Arema menunggak gaji selama 3 bulan. Beberapa pertanyaan bernada kritis sering mengemuka mengenai hal ini, dan mari kita coba analisa bersama-sama.

Menakar potensi pendapatan Arema dari laga home dengan mempertimbangkan fakta dan asumsi-asumsi sebagai berikut:

A. Tidak semua pertandingan home Arema di ISL 2009/2010 habis terjual tiketnya, bahkan pertandingan melawan PSPS Pekanbaru, Pelita Jaya Karawang, Persik Kediri dan PSM Makassar masih banyak menyisakan bangku kosong baik di tribun ekonomi maupun VIP.

B. Tidak seluruh pertandingan kandang Arema di ISL 2009/2010 Panpel Arema menjual tiket ekonomi seharga 25ribu rupiah, VIP seharga 75-100ribu rupiah dan VVIP seharga 100-150ribu rupiah. Awal-awal musim kompetisi seperti melawan Persija Jakarta dan PSPS Pekanbaru, Panpel Arema menjual tiket tribun ekonomi dengan harga 15ribu rupiah dan Panpel Arema sempat menaikkan harga tiket tribun ekonomi tersebut ke harga 20ribu rupiah dalam beberapa pertandingan sebelum dinaikkan menjadi 25ribu rupiah ketika laga derby melawan Persema Malang.

C. Panpel Arema kehilangan potensi pendapatan ketika menerima hukuman laga kandang tanpa penonton melawan Persib Bandung. Laga ini termasuk kategori bigmatch dimana potensi penonton yang bisa menonton pertandingan ini dapat mencapai 30.000orang, terlebih pertandingan dilaksanakan di hari Minggu dimana pada hari tersebut merupakan "masa panen" Panpel Arema didalam mendulang tiket. Sekedar informasi saja, pada ISL 2008/2009 ketika melawan Persib Bandung di stadion Kanjuruhan, jumlah penonton yang hadir berdasarkan estimasi kasar mencapai lebih dari 27.500penonton meski di laga itu Arema harus menelan pil pahit dengan skor 0-2. jadi, potensi kehilangan dari laga melawan Persib Bandung ini minimal mencapai 600juta rupiah dihitung dari potensi kotor hilangnya 30000 tiket ekonomi(Asumsi terendah jika seluruh penonton membeli tiket ekonomi seharga 20ribu rupiah). Meski ada upaya Aremania dengan menggelar layar lebar di luar stadion yang ditiketkan namun hanya ratusan Aremania yang mengikutinya dan Panpel Arema merilis hasil bersih dari kegiatan ini berjumlah 6,254juta rupiah.

http://wearemania.net/images/berita/2011_01/2011_01_03_LPI_1.jpg

Meski Stadion Full, Tetapi Arema Tetap Krisis. Apalagi sepi !!!

D. Tidak seluruh pertandingan Panpel Arema menjual tiket sebanyak 35.000tiket dari berbagai jenis. Dengan mempertimbangkan kapasitas stadion dan memenuhi tuntutan Manual Superliga yang menyebutkan tiket yang dijual panpel maksimal 80% dari kapasitas stadion maka banyak pertandingan home Arema yang jumlah tiket yang dijual diturunkan hingga ke kisaran 32-33ribu lembar. Bahkan jumlah tiket yang dijual ketika laga bigmatch melawan Persebaya Surabaya turun menjadi 31000 lembar(28ribu lembar diantaranya tiket ekonomi).

E. Banyaknya kebocoran tiket, terutama di pintu-pintu masuk stadion. Kebocoran ini bermacam-macam caranya dari "nrombol" atau memanfaatkan kelengahan petugas di pintu masuk dimana penonton menerobos antrian secara ilegal untuk masuk ke dalam stadion, jebolnya pintu stadion karena tidak kuat menampung massa, tiket palsu, hingga memanfaatkan kecurangan petugas dan portir di pintu masuk stadion.

F. Forum bigsoccer dan data di BLI pernah merilis bahwa rata-rata penonton yang hadir di Stadion Kanjuruhan mencapai 28ribu penonton. Namun data ini terdapat kelemahan bahwa di sebagian paruh kompetisi BLI menyebutkan jumlah penonton yang hadir di stadion berdasarkan perkiraan kasar dan telah dibulatkan. Baru di sebagian sisa kompetisi BLI merubahnya dengan memasukkan data jumlah penonton berdasarkan jumlah tiket yang terjual. Jadi, rata-rata jumlah penonton yang keluar dari situs BLI bukanlah jumlah yang valid. Andaikata terdapat margin error sebesar 10persen, maka perkiraan rata-rata jumlah penonton tiap pertandingan yang valid mencapai 25200-30800 penonton. Andai angka 10% ini berasal dari tiket ekonomi dan rata-rata tiket ekonomi yang terjual berharga 15-25ribu rupiah maka selisih tersebut dapat bernilai 42-70juta rupiah.

G. Harga tiket yang dijual Arema di Piala Indonesia berbeda dengan di ISL. Harga tiket pertandingan pertama penyisihan babak 32 besar melawan Persijap Jepara dibanderol 10ribu rupiah untuk ekonomi, 25ribu dan 50ribu rupiah untuk VIP dan VVIP. Sedangkan di babak 16 besar harga tiket merangkak naik menjadi 20ribu, 75ribu dan 100ribu masing-masing untuk tiket ekonomi, VIP dan VVIP.

http://wearemania.net/images/berita/2011_01/2011_01_03_lpi_2.jpg

Piala Indonesia di Babak 16 Besar Menghasilkan 58492 Penonton

I. Jumlah penonton di laga home Arema pada Piala Indonesia (total : 6 pertandingan) menurut data rilisan di BLI berjumlah 28878, 32552, 23250, 15332, 32398, 10762 penonton sehingga rata-rata laga home Arema disaksikan oleh 23.862 penonton dan menjadikannya sebagai Panpel tersukses yang menyedot penonton di babak penyisihan dan 16 besar.

J. Khusus di laga 16 besar, Panpel Arema sukses menyedot 58492 penonton dari 3 pertandingan (data dari BLI) sehingga pendapatan kotor minimum yang diraih dari Panpel Arema mencapai hampir 390juta rupiah tiap pertandingan dengan asumsi keseluruhan tiket yang terjual berasal dari tribun ekonomi. Namun sebagaimana yang kita ketahui jika pada pertandingan Arema tiket yang terjual tidak seluruhnya berasal dari tribun ekonomi, sehingga bisa dipastikan hasil penjualan tiket secara kotor diatas angka 400juta rupiah tiap pertandingan.

K. Panpel Arema mendapat "jatah" menjual 20 buah A-board dari 40 buah A-board yang diperbolehkan dijual di pinggir lapangan sesuai manual ISL 2009/2010. Menurut informasi dari sebuah sumber internal Arema, harga 1 buah A-Board di pertandingan non bigmatch atau siaran langsung seharga 3,5juta rupiah. Sedangkan harga 1 buah A-board pada pertandingan big match dan siaran langsung sebesar 5 juta rupiah perbulan. Dengan mengurangi 1 laga home Arema di ISL melawan Persib Bandung yang digelar tanpa penonton sehingga ada 16 laga home di ISL ditambah 7 laga home di Piala Indonesia dengan Panpel Arema sebagai penyelenggara pertandingannya, maka dengan mempertimbangkan nilai minimal yang bisa diraup Panpel Arema jika ditiap pertandingan seluruh jatah 20A-board terjual minimum Panpel Arema mendapatkan 70juta di tiap pertandingan atau 1,61Miliar rupiah selama semusim.

http://wearemania.net/images/berita/2011_01/2011_01_03_lpi_3.jpg

Adboard Arema banyak yang terjual

l. Musim kemarin Panpel Arema mendapatkan jatah min 12 laga home di ISL saja. Jika harga siaran langsung ISL musim kemarin rata-rata 30juta rupiah tiap pertandingan(bukan 25juta rupiah utk pertandingan sore hari dan 35juta utk pertandingan yang ditayangkan langsung di malam hari) maka Panpel Arema mendapatkan kompensasi siaran langsung TV sebesar 360juta rupiah khusus tayangan ISL saja, belum termasuk kompensasi yang didapat Arema dari pertandingan Piala Indonesia yang ditayangkan salah satu TV swasta nasional lainnya.

Dari paparan diatas adalah asumsi-asumsi pendapatan Arema yang didapat dari pertandingan yang dijalankan Arema. Masih ada beberapa sektor pemasukan lain sebagai berikut :

a. Dana sponsorship dari Bentoel sebesar 7,5Miliar rupiah yang diberikan hanya sekali saja sebagai modal Arema sampai dengan jangka waktu yang tidak ditentukan.

b. Sponsorship dari PT Mitra Pinasthika Mustika lewat produk Honda . Sponsorship ini bukanlah sponsorship penuh untuk jangka waktu satu musim, namun disisa pertandingan ISL. Tepatnya dipakai ketika Arema menjalani laga tandang di Wamena pada matchday ke 28 atau sisa 7 pertandingan dari rangkaian kompetisi ISL 2009/2010. Nilai sponsorship ini berada pada kisaran ratusan juta rupiah.

c. Berdasarkan informasi dari Siti Nurzanah direktur bisnis Arema ketika itu, sampai dengan penyelenggaraan Piala Indonesia 2010 (medio Juni 2010) penjualan hangtag dan hologram resmi Arema telah menembus angka lebih dari 500juta rupiah.

d. Sponsorship Apparel. Musim lalu Arema disebutkan mendapatkan sponsorship apparel yang nilainya kurang lebih 2Miliar rupiah. Namun, tahukah Anda bahwa sponsorship ini berupa apparel yang berisi kostum pemain(home + away), kaus kaki, topi, tas. Tidak disebutkan bahwa sponsorship apparel ini berisikan produk lain seperti sepatu, maupun kostum latihan. Dan tidak disebutkan pula berapa set kostum yang didapat untuk masing-masing pemain beserta cadangannya.

e. Pendapatan dari unit bisnis lainnya (Official Arema Store, bagi hasil dari Penjualan RBT dengan pihak ketiga, dsb).

f. Pendapatan tiket dari laga ujicoba di Stadion Kanjuruhan. Misalnya dari yang pernahd ipublish media officer Arema, hasil laga ujicoba Arema melawan Persid Jember, Deltras, Sidoarjo Selection berjumlah 167,565juta, 62,11juta dan 42,165juta rupiah atau keseluruhan berjumlah 271,84juta rupiah. Belum ditambah dari laga ujicoba melawan klub lainnya.

g. Sumbangan yang tidak bisa disebutkan jumlahnya.


Sedangkan pos-pos pengeluaran Arema terdiri dari berbagai macam, mari kita telaah dan takar pos-pos pengeluaran Arema tersebut :

1. Penyelenggaraan pertandingan
Pos ini adalah salah satu pos yang menyedot anggaran Arema. Pos ini terdiri dari banyak item, karena menyelenggarakan pertandingan home baik untuk kompetisi ISL maupun PI tidaklah sama. Begitu juga dengan biaya pertandingan untuk laga berintensitas tinggi seperti laga bigmatch maupun laga non bigmatch. Point2 penting dari pos-pos ini berisi :

* Biaya menyelenggarakan pertandingan yang berdasarkan informasi internal Arema berkisar 150-170juta rupiah di tiap pertandingan. Jika laga berstatus bigmatch dan membutuhkan pengawalan aparat keamanan dengan jumlah berlebih dari pertandingan biasanya maka biaya yang dikeluarkan akan membengkak, tergantung banyaknya jumlah satuan pengamanan yang dilibatkan.

* Pajak pertandingan. Pajak tontonan/pertandingan ini mengikuti aturan yang berlaku dan dikeluarkan dari Perda Kabupaten Malang. Pajak tontonan ini berkisar 15% dari jumlah tiket yang terjual. Contohnya jika laga Arema melawan Persipura tanggal 9 Desember 2009 menghasilkan 755,13juta rupiah dari penjualan tiket maka pajak yang harus dibayar kepada Pemerintah Daerah berkisar 113,26juta rupiah. Hal ini baru satu pertandingan, belum dihitung untuk keseluruhan laga home Arema lainnya.

* Bonus pemain. Bonus pemain jamak dikeluarkan Arema Malang ketika tim Arema berhasil memenangkan laga di pertandingan home. Dari 17 pertandingan home Arema di ISL musim lalu, 14 pertandingan dilalui dengan hasil positif(menang), 2 kali imbang dan sekali kalah. Jika informasi dari sumber internal di Arema yang dimuat pada beberapa media massa bahwa bonus kemenangan Arema bernilai 70juta rupiah setiap pertandingan home yang dimenangkan Arema maka total selama semusim Arema mengeluarkan dana sekitar 980juta rupiah untuk bonus pemain di laga home ISL. Padahal media officer Arema pernah merilis laga home Arema melawan Persema yang dimenangkan Arema dengan skor 3-1 pada media Januari tahun lalu itu memberikan penghargaan kepada pemain dengan menaikkan jumlah bonus sehingga total untuk laga home di ISL saja Arema mengobral bonus sekitar 1Miliar rupiah. Belum termasuk bonus yang diterima dari kemenangan Arema di Piala Indonesia, Bonus Juara ISL 2009/2010 dan runner up Piala Indonesia, dan hasil 9 kali menang dan 2 kali seri di laga tandang ISL musim kemarin.

- Komisi kepada agen tiket atau locket box yang jumlahnya bergantung dari banyaknya tiket yang terjual.
- Matchfee. Matchfee ini dikeluarkan Arema ketika menyelenggarakan laga ujicoba. Ibaratnya matchfee ini sebagai uang lelah dan penghormatan kepada tim yang bersedia memenuhi undangan Arema untuk berujicoba. Namun, matchfee ini juga diberikan kepada pemain Arema dan besarnya sesuai dengan kontrak yang telah ditandatangani.

2. Kontrak pemain dan pelatih Arema
Berdasarkan info dari salah satu harian olahraga nasional di ibukota musim lalu kontrak pemain Arema senior mencapai 10Miliar rupiah. Namun angka ini belum termasuk kontrak staff pelatih(pelatih kepala dan asisten-asistennya). Dan hal ini belum dihitung untuk kontrak pemain dan pelatih U-21. Estimasi kasar kontrak keseluruhan pemain dan pelatih berada di kisaran 12-14Miliar rupiah, termasuk untuk membiayai kontrak pelatih akademi Arema.

3. Biaya Tour
Biaya tim ketika away menjadi salah satu pos yang menyedot anggaran Arema. Nilai akomodasi ketika tour tergantung dari beberapa hal misalnya :

- Jarak tempuh dan alat transportasi yang digunakan menuju lokasi
- Penginapan(harga yang ditentukan dari fasilitas atau level bintang hotel yang dihuni, lama menginap, ada tidaknya promosi dari hotel yang dihuni, masa peak season atau tidak, dsb).
- Biaya transportasi dan sewa lapangan. Sewa lapangan tambahan dibutuhkan jika tim Arema membutuhkan intensitas latihan berlebih dari jatah yang diberikan oleh panitia pertandingan.
- Makan. Terkadang jika pelatih menginginkan suasana lain dan ingin membuat rileks pemainnya dibutuhkan tempat makan apalagi jika menu makan yang disediakan di hotel tidak cocok dengan standar kebutuhan gizi pemain. Jika rumah makan ini membutuhkan jarak yang ditempuh dengan mobil/bus maka Arema harus bersiap mengeluarkan kocek untuk menyewa mobil/bus.
- Biaya lain-lain. Misalnya ketika tour ke Papua, tim Arema mempersiapkan diri dengan melakukan penyuntikkan anti malaria untuk mencegah penyakit malaria ketika sampai di Papua. Tentunya, tim harus mengeluarkan biaya selama pra, proses dan pasca kegiatan tersebut.

Maka dari itu tidak heran jika biaya tour ke Papua mencapai angka ratusan juta rupiah. Dan jangan lupa, yang melakukan away tidak hanya tim senior tetapi juga tim U-21 maupun U-18.

4. Latihan
Karena Tim Arema tidak memiliki kompleks latihan pribadi maka jika menginginkan latihan seringkali harus menyewa lapangan/stadion. Jangan lupa juga untuk menuju tempat latihan dibutuhkan transportasi menggunakan bus dan tentunya manajemen Arema harus mengeluarkan kocek tersendiri untuk hal ini. Kabarnya biaya sewa lapangan berupa stadion Gajayana atau Kanjuruhan tidak murah. Silakan hitung saja berapa kali Arema melakukan latihan di Stadion Kanjuruhan atau Gajayana dalam semusimnya. Ini juga masih belum dihitung baiya yang dikeluarkan Arema ketika melakoni TC(Training Center) yang umumnya tidak mengambil tempat di Stadion Gajayana maupun Kanjuruhan.

5. Kantor & Mess Pemain
Semenjak Arema tidak dapat lagi menggunakan Mess pemain di Sengkaling dan kantor di Jl Panderman kepunyaan dari Bentoel secara cuma-cuma maka manajemen Arema memutuskan untuk pindah kantor dan mess pemain. Mess pemain selama beberapa bulan menempati salah satu bangunan milik Bentoel dan kantor Arema bertempat di Jl Sultan Agung dengan MoU selama dua tahun. Dari sini nanti bisa diperkirakan berapa biaya yang dikeluarkan Arema untuk keperluan kantor dan mess pemain seperti ATK, listrik, telepon, kebersihan, dsb.

6. Denda
Berapakah denda yang harus dibayarkan oleh Arema kepada PSSI atas putusan sidang Komdis? Jumlahnya mencapai ratusan juta rupiah. Denda yang harus dibayarkan tidak hanya berupa denda yang dihasilkan dari beberapa kasus krusial misalnya Kasus Rasis ketika Arema berhadapan dengan Persipura, melubernya penonton ke sentelban ketika menghadapi Persema Malang dan denda akumulasi kartu kuning/merah yang harus dibayar oleh klub. Dan bisa jadi didalam memenuhi panggilan Komdis PSSI, Arema "terpaksa" mengeluarkan kocek untuk mengirim wakilnya ke Jakarta.

7. Pengeluaran lain-lain yang meliputi biaya yang dibutuhkan Arema selama pramusim, biaya hiburan para pemain dan pelatihnya(di masa kepelatihan Robert Albert sempat mengajak "jalan-jalan" ke Batu untuk memancing, ATV disela-sela latihan), biaya administrasi, dsb.

Dari point-point diatas, beberapa sumber internal Arema pernah menginformasikan bahwa hasil jualan tiket Arema berkisar 13 Miliar rupiah (kotor) dan bersihnya sekitar 7M. Jika ditambah sponsorship dan pendapatan lainnya yang berjumlah sampai dikisaran 8-10Miliar rupiah namun masih dipotong sederet beban anggaran manajemen Arema diatas, masihkah kita berkesimpulan bahwa Arema seharusnya lepas dari krisis dana? Be Wise nawak! ( Ender_wiggin )

-=Bersambung=-

Artikel selanjutnya

Profil Arema

Komentar Aremania

Jadwal Pertandingan

2 - 0
Liga 1 - Stadion Gajayana Malang (20.30 WIB)
Hasil Selengkapnya

Jadwal Pertandingan

0 - 0
Liga 1 - Stadion Gajayana Malang (20.30 WIB)
Hasil Selengkapnya