Mantan Manajer Tim Arema, Ali Rifki membagikan sedikit cerita di hari H Tragedi Kanjuruhan yang terjadi tiga tahun lalu (1/10/2022) malam. Pria yang kini menjadi Koordinator Presidium Aremania itu mengaku sempat mengurung diri di kamar dalam banjir air mata selama kurang lebih lim jam keesokan paginya (2/10/2022).
Pada hari H kejadian, Ali mendampingi tim Arema di bench Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang saat bertanding menjamu Persebaya Surabaya di Liga 1 2022-2023. Laga itu berakhir dengan kekalahan Arema dengan skor 2-3.
Singkat cerita, setelah situasi chaos terjadi, Ali brrsana tim juga turut terlibat dalam proses mengevakuasi Aremania yang menjadi korban di lokasi hingga jelang pagi. Sekitar pukul 04.00 WIB, pria asal Pasuruan itu baru pulang ke rumahnya yang ada di kawasan Jalan Veteran, Kota Malang.
“Sedikit cerita pas Tragedi Kanjuruhan. Sepulang dari stadion jam 4 pagi, awalnya otak saya ngeblank, gak bisa mikir apa-apa. Setelah sampai rumah, sempat tidur sekitar dua jam saja, dan bangun jam 7 pagi,” kata Ali.
“Setelah itu baru terasa betapa sesak dada. Dari jam 7 sampai jam 12 siang saya benar-benar menangis dan bersembunyi di bawah selimut. Istri sampai bingung harus berbuat apa untuk menenangkan,” imbuhnya.
Langkah Merespons Tragedi Kanjuruhan
Setelah waktu sholat dzuhur tiba, Ali baru tersadar harus segera bertindak. Langkah cepat diambilnya bersama direksi klub dengan mengajak tim pelatih dan para pemain Arema berkeliling ke rumah para korban Tragedi Kanjuruhan yang saat itu sudah terkonfirmasi.
“Lima jam mengurung diri di kamar di bawah selimut. Tapi, akhirnya saya sadar bahwa di bawah selimut gak bakal bisa menyelesaikan apapunm. Jadi saya langsung bergegas mengambil langkah untuk berkeliling ke rumah beliau-beliau, keluarga korban,” tegasnya.
Usai menuntaskan tanggung jawabnya sebagai Manajer Tim, Ali memutuskan mundur bersamaan dengan pamitnya Gilang Pramana sebagai Presiden Klub Arema pada 29 Oktober 2022. Namun, keputusan mundurnya itu tak pernah tersiar ke publik sebelum akhirnya Arema menunjuk Wiebie Andriyas sebagai manajer baru pada 5 Desember 2022.
