Air mata dan permintaan maaf Muhammad Rafli dilakukannya usai blunder saat Arema dikalahkan Persita Tangerang di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Selasa (30/12/2025). Laga tunda Pekan 8 Super League 2025-2026 itu berakhir dengan skor 0-1 untuk kemenangan tim tamu.
Rafli dimasukkan tim pelatih Skuad Singo Edan di menit 86 bersama Teuku Razzaa. Kedua pemain menggantikan Dedik Setiawan dan Julian Guevara.
Satu-satunya gol Persita dibuat Andrejic Aleksa memanfaatkan assist Rayco Rodrigues di pengujung akhir babak kedua. Gol di menit 90 itu bermula dari Rafli yang melakukan salah umpan dalam situasi menekan lawan, sehingga berbuah serangan balik mematikan ke gawang Arema.
Tak ayal, blunder pemilik jersey bernomor punggung 24 itu menjadi buah bibir dan olok-olok netizen di media sosial. Asisten Pelatih Arema, Kuncoro merasa kasihan melihat situasi ini.
“Rafli menangis di lapangan setelah pertandingan selesai. Mungkin dia menyesal dengan blunder tersebut. Dia juga sudah meminta maaf kepada tim di ruang ganti. Semua pemain menyemangati dia,” kata Kuncoro kepada WEAREMANIA.
Hari Sial Muhammad Rafli Saat Arema Dikalahkan Persita Tangerang
Kuncoro menilai, laga lawan Persita itu menjadi hari sial bagi seorang Rafli yang tidak bisa diprediksi. Menurutnya, pemain bintang dunia pun pernah mengalami masa-masa seperti itu.
“Mungkin kemarin itu bukan harinya, dia lagi apes saja. Semua pemain sepak bola pernah mengalaminya, bahkan Lionel Messi atau Cristiano Ronaldo sekalipun,” imbuh eks pemain Arema era Galatama tersebut.
“Hal seperti ini normal dalam sepak bola. Bahkan, yang melakukan gol bunuh diri terang-terangan saja ada. Yang terpenting sekarang bagaimana mental si pemain bisa bangkit,” tegasnya.
Dimasukkan Untuk Menambah Daya Serang
Kuncoro membeberkan tujuan Pelatih Marcos Santos memasukkan Rafli di sisa lima menit babak kedua. Pemain berusia 27 tahun itu dimasukkan bersama pemain-pemain bernaluri menyerang lainnya karena Arema butuh gol dan unggul jumlah pemain usai Andrean Benyamin dikartu merah.
“Kita masukkan Rafli dan pemain menyerang lainnya karena kita melihat ada kesempatan saat Persita bermain dengan 10 pemain. Apalagi di pertandingan sebelumnya (lawan Madura United) dia bermain bagus saat dimasukkan sebagai pengganti,” pungkasnya.
