More

    Lucas Frigeri Lebih Sering Jadi Kiper Utama Arema, Tiago Simoes: Itu Keputusan Bersama

    - Advertisement -
    - Advertisement -

    Lucas Frigeri lebih sering jadi kiper utama Arema di Super League 2025-2026 ketimbang Adi Satryo. Pelatih Kiper Arema, Tiago Simoes tegaskan itu keputusan bersama dari staf kepelatihan.

    Sejauh ini, dalam 18 laga yang sudah dijalani Arema, Frigeri tampil 11 kali, kebobolan 16 kali dan tanpa sekalipun cleansheet. Sementara, Adi yang didatangkan dari PSIS Semarang bermain tujuh kali, dengan sembilan kali kemasukan dan sekali nirbobol.

    Tiago menyebut, para penjaga gawangnya lebih nyaman saat berlatih tanpa harus “mengunci” satu posisi kiper sebagai pilihan utama. Jadi, posisi itu masih terbuka bagi Frigeri maupun Adi, bahkan kiper lainnya, Andrian Casvari dan Gianluca Pandeynuwu yang baru gabung.

    “Perlu saya tekankan, ini bukan keputusan pribadi saya. Pemilihan kiper adalah keputusan bersama, berdasarkan ide dan strategi tim pelatih. Ini tfak pernah menjadi keputusan sepihak saya. Siapa pun yang bermain adalah kiper yang dianggap paling siap dan paling sesuai dengan strategi tim pada pertandingan tersebut,” kata Tiago.

    Lucas Frigeri Lebih Sering Jadi Kiper Utama Arema, Rotasi Jarang Dilakukan

    Rotasi di bawah mistar gawang Arema jarang dilakukan, bahkan belakangan ini di saat performa Frigeri terlihat menurun. Tiago menegaskan, semua kiper Arema saat ini punya kualitas dan memiliki peluang untuk tampil yang sama di mata pelatih.

    “Pada momen tertentu Adi sempat bermain, sekarang Lucas yang bermain. Kita gak pernah tahu apa yang akan terjadi ke depan. Jika melihat ke belakang, Lucas juga sempat mengalami cedera tahun lalu. Namun satu hal yang pasti, jika kita melihat tim-tim papan atas, ada yang namanya stabilitas, terutama di posisi penjaga gawang, sangatlah penting. Ini berlaku di seluruh dunia, dari level tertinggi sampai divisi bawah.
    Wajar jika ada banyak pertanyaan, karena kami memiliki empat penjaga gawang yang semuanya berkualitas,” imbuhnya.

    Tiago ingin balik bertanya, setelah melihat seluruh pertandingan Arema, apakah semua orang menganalisis penampilan Adi dan Lucas saat mereka bermain? Tiago penasaran apakah mereka yang menghakimi itu menyadari bahwa di setiap pertandingan selalu ada penyelamatan krusial yang dilakukan kiper.

    “Itu terjadi di setiap laga, bukan hanya satu pertandingan saja. Karena itu, kami semua di tim pelatih merasa sangat puas, sangat, sangat puas. Kami memiliki penjaga gawang yang luar biasa. Gianluca adalah kiper yang fantastis, Casvari juga bekerja sangat keras. Jadi siapa pun yang harus bermain, kami sangat tenang dan percaya,” jelas pelatih asal Portugal itu.

    Selalu Ada Pro Kontra

    Tiago menyadari, setiap keputusan pasti ada pro kontra, termasuk ketika Frigeri tetap dimainkan saat ini. Sebagai pelatih kiper, Tiago hanya ingin menjalankan tugasnya sebaik mungkin dalam menyiapkan semua penjaga gawang Arema.

    “Setiap orang tentu memiliki pendapat masing-masing, ada yang lebih menyukai satu pemain dibanding yang lain. Namun pada akhirnya, kami yang harus mengambil keputusan. Tugas kami, saya dan Galih (Firmansyah, Asisten Pelatih Kiper Arema), adalah menyiapkan latihan terbaik agar siapa pun yang dimainkan bisa tampil maksimal di pertandingan,” tandasnya.

    Ikuti saluran WhatsApp kami, subscribe channel YouTube, ikuti Instagram, dan bergabung dengan kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Arema dan Aremania.

    🔥 Trending Minggu Ini

    Artikel Lainnya

    Memuat artikel otomatis