Marcos Santos sampaikan janji manis jika dipertahankan sebagai pelatih Arema musim depan. Pelatih asal Brasil itu meyakini Super League 2026-2027 jadi momentum kebangkitan Arema.
Sebelumnya, Marcos telah menyampaikan keinginannya untuk bertahan di kursi panas pelatih kepala Arema yang penuh dengan tekanan. Pelatih berusia 46 tahun itu merasa ada tugas yang belum dituntaskannya di Super League 2025-2026.
Seakan gayung bersambut, manajemen Arena memberi sinyal positif bakal memperpanjang durasi kontrak Marcos. Namun, semua keputusan ada di tangan rapat dewan direksi Arema.
“Mulai sekarang kami harus memikirkan masa depan. Manajemen harus duduk bersama mengevaluasi apa yang berjalan baik dan apa yang salah, agar musim depan Arema bisa lebih baik dan benar-benar bangkit,” kata Marcos.
Marcos Santos Sampaikan Janji Manis Meski Gagal Mencapai Target 5 Besar
Musim ini, Marcos mengakui kegagalannya mencapai target dari manajemen Arema finis di posisi 5 besar klasemen akhir. Skuad Singo Edan mengakhiri musim di peringkat 9 klasemen akhir.
Marcos berkilah, musim ini Arema dilanda banyak masalah, mulai badai cedera panjang yang memaksa Achmad Maulana, Luiz Gustavo, hingga Pablo Oliveira menepi. Belum lagi dampak psikis usai meninggalnya Asisten Pelatih sekaligus legenda Arema, Kuncoro.
“Saya percaya di pengujung musim ini kami berhasil mengembalikan semangat di Stadion Kanjuruhan. Kami berhasil membawa kembali kekuatan suporter. Indah melihat Aremania hadir di stadion dan itu memotivasi kami sampai akhir pertandingan,” pungkasnya.
