Permintaan maaf Yann Motta disampaikannya setelah diganjar kartu merah ketika Arema diimbangi PSIM Yogyakarta, Sabtu (16/8/2025). Tanpil di Stadion Sultan Agung, Bantul dalam lanjutan Pekan 2 Super League 2025-2026, Skuad Singo Edan bermain imbang 1-1 dengan tuan rumah.
Arema sempat unggul dulu di pengujung babak pertama usai Dalberto Luan Belo nyekor lewat titik penalti yang gagal dibendung kiper PSIM, Cahya Supriadi. Sayangnya, kesempatan Motta berjibaku menggalang kekuatan di lini belakang Arema cuma sampai di menit 54 saja, karena stopper asal Brasil itu diusir wasit Candra dengan kartu merah.
Usai didakwa menjatuhkan striker PSIM, Nermin Haljeta, awalnya wasit cuma memberinya kartu kuning. Namun wasit di ruang VAR membuat Candra mengubah keputusan menjadi kartu merah langsung untuk Motta pasca pengecekan video rekaman kejadian.
Petaka bagi Arema berlanjut ke menit 88 setelah PSIM mampu menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Sebuah gol bunuh diri terjadi gara-gara sapuan bola Betinho Filho dengan kepala malah mengarah ke gawang timnya sendiri.
“Ini poin penting jauh dari rumah, maaf untuk tim saya dan suporter,” tulis Motta dalam akun media sosial pribadinya.
Permintaan Maaf Yann Motta dan Janjinya Kembali dengan Lebih Baik
Motta berjani bakal kembali bermain dalam laga Arema dengan penampilan yang lebih baik. Namun, saat ini pemilik jersey bernomor punggung 5 itu harus menjalani sanksi atas kartu merahnya.
Normalnya, Motta harus absen satu laga untuk sanksi kartu merah. Karena yang didapatnya kartu merah langsung, maka eks Persija Jakarta itu berpotensi menerima sanksi tambahan dari Komite Disiplin (Komdis) PSSI.
“Saya berjuang keras untuk sampai di sini dan saya akan kembali dengan lebih kuat,” tegas pemain berusia 25 tahun tersebut
