Sebelum akhirnya dipinjamkan Arema ke Deltras Sidoarjo di bursa transfer pemain paruh musim Super League 2025-2026, Muhammad Rafli serius ingin berubah. General Manager Arema, Yusrinal Fitriandi mengungkap keseriusan sang pemain dalam tingkatkan kualitas.
Diakui atau tidak, musim ini performa Rafli bisa dibilang menurun. Puncaknya, dalam laga melawan Persita Tangerang, pemain berusia 27 tahun itu melakukan blunder yang membuatnya dievaluasi.
Yusrinal mengaku sebetulnya berat melepas pemain asal Tangerang ini. Namun, Rafli sendiri yang meminta untuk “disekolahkan” ke klub lain di putaran kedua.
“Sebetulnya sayang, karena dalam dua bulan terakhir dia niat banget, sampai panggil ahli gizi, dan pelatih fisik pribadi,” kata pria yang akrab disapa Inal itu.
Muhammad Rafli Serius Ingin Tingkatkan Kemampuan di Luar Arema
Inal, sapaan akrab Yusrinal akhirnya merelakan Rafli meningkatkan kemampuannya di luar Arema. Ada sejumlah alasan yang didengarnya sendiri dari mulut pemilik jersey bernomor punggung 24 itu.
“Mungkin dia cari suasana baru, mungkin itu bisa ditemukannya di Liga 2 bersama Deltras,” imbuh manajer asal Bogor itu.
“Dia bilang kalau sudah bisa memperbaiki kemampuannya, dia akan balik lagi, dia passionnya masih di sepak bola,” pungkasnya.
