Arema mengakhiri musim di papan tengah klasemen akhir Super League 2025-2026. Pelatih Marcos Santos mengaku tak puas dengan pencapaian tersebut.
Skuad Singo Edan finis di peringkat 9 dengan koleksi 48 poin. Hasil itu mereka dapatkan dari 13 kemenangan, sembilan kali imbang, dan 12 kekslahan.
Pencapaian itu tidak sesuai dengan target yang diberikan kepada tim Arema. Manajemen klub menargetkan mereka bisa tembus ke posisi 5 besar klasemen akhir.
“Tentu saja kami gak puas, karena Arema pantas berada di papan atas klasemen. Kami gak puas karena berada di papan tengah,” kata Marcos.
Arema Mengakhiri Musim di Papan Tengah karena Diterpa Banyak Masalah
Marcos menyampaikan sedikit pembelaannya terkait hasil Arema mengakhiri musim di papan tengah. Menurutnya, musim ini musim yang tak mudah bagi Arema, tapi mereka bisa melewatinya dengan tanpa harus bertarung di papan bawah.
“Kami menghadapi banyak masalah sepanjang musim. Kami mencoba mengatasi meski memang kondisinya sulit. Tetapi di sisi lain, kami juga gak pernah berjuang di papan bawah melawan degradasi. Ada 34 pertandingan yang sangat sulit dan berat,” imbuh pelatih berpaspor Brasil ini.
“Tentunya, kami ingin melihat Aremania bahagia saat tim menang dan menuntut saat kalah, karena Arema adalah tim besar, tim kuat, salah satu tim terbaik di Indonesia. Menyenangkan bisa berjuang untuk menyenangkan hati mereka,” pungkasnya.
