Kandidat Presidium Aremania Utas 2026-2028 siap dipilih setelah Komisi Pemilihan Aremania (KPA) menggelar tahapan Fit and Proper Test bakal calon presidium, Minggu (14/6/2026) di Hall Basement Okiru Ramen, Jalan Bandung No. 5A, Penanggungan, Kecamatan Klojen, Kota Malang. Tahapan ini menjadi bagian penting dalam rangkaian Musyawarah Nasional (Munas) II Aremania Utas 2026, 20-21 Juni 2026.
Sebelumnya, para bakal calon yang lolos verifikasi administrasi mengikuti seleksi tersebut. Tim penguji menguji kapasitas, pemahaman organisasi, kemampuan kepemimpinan, serta komitmen peserta terhadap perkembangan Aremania Utas.
Proses seleksi berlangsung serius namun tetap kondusif. Tim penguji mengajukan berbagai pertanyaan sekaligus menilai setiap peserta berdasarkan sejumlah aspek yang dibutuhkan untuk menjadi bagian dari Presidium Aremania Utas.
“Para calon tidak hanya mengandalkan popularitas maupun dukungan komunitas dan koordinator wilayah (korwil) masing-masing. Mereka juga harus menunjukkan kemampuan komunikasi, pemahaman organisasi, serta gagasan yang dapat membawa Aremania Utas berkembang. Karena itu, aspek-aspek tersebut menjadi pertimbangan penting dalam menentukan kandidat yang layak melaju ke tahapan berikutnya,” kata Ketua KPA, Irawan Sasmito.
Berdasarkan hasil seleksi, KPA menetapkan 10 peserta sebagai Calon Presidium Aremania Utas. Mereka berhak mengikuti tahapan lanjutan dalam rangkaian Munas II Aremania Utas 2026 untuk memperebutkan posisi presidium periode mendatang.
Melalui pengumuman resmi KPA, para kandidat yang lolos diminta mempersiapkan diri menghadapi proses berikutnya. Mereka akan mulai menyampaikan visi, gagasan, dan program kepada para pemilik hak suara. Mereka adalah Ibrohim Riqi Hardianto, Ahmad Ardiasyah, Prayogi Setiawan, Soni Taufik, Muhammad Ali Rifki, Teddy Krisna Putra, Rida Hartatik, Septian Eka Pratama, Yudis Fianta, dan Arya Teguh Prasetia.
Sementara itu, dua peserta yang belum berhasil melaju ke Munas II Aremania 2026 adalah Ferrari Lessy Ono dan Ahmad Rouf. KPA tetap menyampaikan apresiasi atas partisipasi dan dedikasi mereka dalam proses demokrasi organisasi.
“Dengan berakhirnya tahapan Fit and Proper Test, perjalanan menuju Munas II Aremania Utas memasuki fase yang semakin menentukan. Para calon presidium kini akan menjadi bagian penting dalam proses pemilihan yang menentukan arah kepemimpinan Aremania Utas untuk periode 2026-2028,” pungkasnya.
