Manajemen Arema FC resmi daftarkan logo singa bertindik ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementrian Hukum Republik Indonesia. Ini bagian dari langkah hukum yang diambil untuk merespons adanya pendaftaran logo yang mirip oleh pihak lain
Sebelumnya, Arema menegaskan tidak tinggal diam dalam menyikapi polemik pendaftaran logo mirip singa bertindik ke DJKI atas nama Hendrawati Endah Noveni, istri mendiang Lucky Acub Zaenal (Sam Ikul). Manajemen Arema telah menyampaikan sikap keberatannya secara resmi atas pendaftaran logo singa bertindik di dalam lingkaran yang diapit dua bara api merah tapi tanpa nama AREMA dan tanggal lahir sepeeti logo aslinya.
General Manager Arema, Yusrinal Fitriandi menjelaskan, bahwa sejak mengetahui adanya pendaftaran logo oleh pihak lain itu, pihaknya segera mengambil langkah-langkah yang sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Menurutnya, logo singa bertindik bukan sekadar simbol visual, melainkan bagian dari identitas Arema yang memiliki nilai sejarah dan keterikatan kuat dengan klub maupun Aremania.
Selain menyampaikan keberatan, Arema juga telah mengajukan pendaftaran logo singa bertindik melalui jalur resmi kepada DJKI, yang seluruh proses administrasi dan legal yang dibutuhkan
masih berjalan sesuai tahapan yang berlaku. Arema terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait guna memastikan seluruh proses berjalan sesuai prosedur, dan berada pada jalur yang semestinya.
“Yang perlu dipahami publik adalah bahwa Arema sudah mendaftarkan logo singa bertindik melalui jalur resmi. Saat ini prosesnya masih berjalan dan berada pada jalur yang semestinya atau on track. Kami menghormati seluruh mekanisme yang berlaku dan memilih mengikuti setiap tahapan secara profesional,” kata Yusrinal.
Tunggu Legalitas Logo Singa Bertindik
Yusrinal menambahkan, saat ini fokus utama Arema adalah menunggu terbitnya legalitas resmi atas pendaftaran yang telah diajukan. Legalitas tersebut nantinya akan menjadi dasar hukum yang kuat bagi klub untuk melangkah ke tahapan berikutnya.
“Kami masih menunggu keluarnya legalitas resmi dari pemerintah. Setelah seluruh dokumen dan pengesahan tersebut diterbitkan, barulah kami memiliki dasar hukum yang kuat untuk melangkah ke tahap berikutnya. Karena itu, kami berharap semua pihak dapat memahami bahwa proses ini membutuhkan waktu dan tidak dapat dilakukan secara instan,” imbuhnya.
Meski demikian, pria yang akrab disapa Inal itu menegaskan bahwa terbitnya legalitas bukan berarti perubahan penggunaan logo dapat langsung diterapkan secara menyeluruh dalam waktu singkat. Sebagai perusahaan profesional yang mengelola klub sepak bola, Arema memiliki berbagai kerja sama strategis yang harus diperhatikan dan disesuaikan terlebih dahulu.
“Setelah legalitas kami terima, bukan berarti keesokan harinya logo bisa langsung digunakan secara menyeluruh. Arema adalah perusahaan yang memiliki banyak kerja sama strategis dengan sponsor, vendor, mitra produksi, partner komersial, hingga berbagai pihak lain yang terlibat dalam operasional klub. Seluruh proses perubahan identitas harus dilakukan secara terukur dan melalui tahapan yang matang,” jelas pria asal Bogor itu.
Perubahan identitas visual klub, lanjut Yusrinal, akan berdampak pada banyak aspek. Mulai dari materi promosi, aset digital, merchandise, dokumen korporasi, perlengkapan pertandingan, hingga berbagai kerja sama komersial yang telah berjalan.
“Kami harus memastikan seluruh pihak yang bekerja sama dengan Arema FC mendapatkan informasi dan waktu penyesuaian yang cukup. Ada kontrak yang berjalan, ada materi produksi yang sudah dibuat, ada inventaris yang masih digunakan, serta berbagai aspek bisnis lainnya yang harus diperhitungkan secara cermat. Karena itu, apabila nantinya proses legalitas telah selesai, kami tetap memerlukan waktu untuk melakukan transisi secara profesional dan bertanggung jawab,” tambahnya.
Inal menegaskan manajemen Arema akan terus mengedepankan aspek hukum, profesionalisme, dan kepentingan jangka panjang klub dalam setiap keputusan yang diambil. Pihaknya juga mengajak seluruh Aremania untuk tetap tenang dan memberikan dukungan terhadap proses yang sedang berjalan.
“Kami memahami besarnya perhatian dan kecintaan Aremania terhadap identitas Arema. Oleh sebab itu, kami akan memastikan seluruh proses berjalan sesuai aturan, transparan, dan mengutamakan kepentingan terbaik bagi klub. Kami percaya bahwa segala sesuatu yang dilakukan melalui jalur yang benar akan menghasilkan keputusan yang baik pula bagi masa depan Arema FC,” tutupnya.
