Arema kenalkan Chief Business and Commercial Officer (CBO) baru menyambut bergulirnya Super League 2026/2027. Direksi Arema menunjuk Irma Prianti yang akan memimpin pengembangan sektor bisnis dan komersial klub.
Dengan demikian, sosok eks petinggi perusahaan retail e-commerce tersebut secara resmi menggantikan peran Munif Bagaskara Wakid yang tidak lagi menjabat sebagai Manajer Bisnis Arema. Sementara itu, Munif kini mengemban tugas baru sebagai Marketing Communication (Marcom) dan Public Relations (PR).
Lebih lanjut, General Manager Arema Yusrinal Fitriandi menyampaikan bahwa perubahan tersebut merupakan bagian dari strategi klub untuk memperkuat fondasi bisnis dan komersial dalam menghadapi tantangan industri sepak bola yang semakin kompetitif. Selain itu, manajemen Singo Edan juga ingin memperkuat fungsi komunikasi dan hubungan kelembagaan dengan berbagai pihak eksternal, mulai dari Aremania, media, sponsor, mitra strategis, hingga stakeholder sepak bola nasional.
“Perubahan ini merupakan bagian dari kebutuhan organisasi. Kami ingin memastikan setiap sektor ditangani oleh orang yang tepat. Sehingga target jangka panjang klub bisa tercapai dengan lebih optimal,” kata Yusrinal.
Tugas Chief Business and Commercial Officer Baru Arema
Selanjutnya, pria yang akrab disapa Inal itu menjelaskan bahwa penunjukan Irma untuk memimpin pengembangan bisnis Arema merupakan keputusan yang tepat. Pasalnya, Irma memiliki pengalaman panjang di bidang tersebut, baik di lingkungan perusahaan maupun industri sepak bola.
Sebelumnya, Irma telah berkiprah di bidang bisnis dan komersial, baik di sektor ritel maupun industri sepak bola profesional Indonesia. Karena itu, manajemen berharap kehadirannya mampu menghadirkan perspektif baru dalam pengembangan model bisnis klub sekaligus memperluas peluang kemitraan yang dapat mendukung keberlanjutan Arema.
Selain itu, manajer asal Bogor tersebut menegaskan bahwa penunjukan Irma menjadi bagian dari langkah lanjutan yang telah Arema siapkan untuk membangun empat pilar strategis klub. Dalam hal ini, Arema menjadikan sektor bisnis sebagai fokus pengembangan pada musim depan.
“Sejak masa transisi, kami berfokus pada empat pilar utama. Pertama membangun tim yang kompetitif. Kedua memperkuat hubungan dengan stakeholder termasuk Aremania. Ketiga memperkuat sinergi dengan media, dan keempat meningkatkan valuasi klub melalui pengembangan bisnis. Tiga pilar pertama menunjukkan perkembangan yang positif. Karena itu, memasuki tahun keempat dan kelima kami mulai memperkuat sektor bisnis secara lebih serius,” tegasnya.
