Adi Satryo menjalani musim perdana di Arema yang penuh dinamika usai menuntaskan perjuangan di Super League 2025-2026. Kiper asal Tangerang ini bersyukur tetap bisa melakukan yang terbaik di tengah badai masalah yang menimpa tim, termasuk cedera yang dialaminya.
Didatangkan dari PSIS Semarang, Adi tampil di 14 pertandingan dalam 1.178 menit. Sepanjang musim, pemain berusia 25 tahun ini mengemas 44 penyelamatan, 13 kebobolan, dan 5 cleansheet.
Pemilik jersey bernomor punggung 30 ini tetap bersyukur masih punya kesempatan berkontribusi untuk tim yang dibelanya. Bahkan, penampilannya di bawah mistar gawang menyai apresiasi I-League, dengan penghargaan individu, seperti 2 kali Player Of The Match, 1 kali Player Of The Week dan 1 kali masuk Best XI mingguan.
“Alhamdulillah saya dikasih kesempatan bermain di Arema, pasti gak akan saya sia-siakan tiap kesempatan,” kata Adi kepada WEAREMANIA.
Musim Perdana di Arema yang Penuh Cobaan
Adi mensmbahkan, musim perdananya du Arema ini bisa dibilang penuh cobaan. Namun lagi-lagi, eks kiper Timnas Indonesia ini harus hersyukur Arema masih bisa finis di posisi 9 klasemen akhir Super League 2025-2026.
“Arema sendiri menurut saya dengan berbagai cobaannya, kita masih cukup solid untuk bisa bertahan di papan tengah. Kita di atas zona merah, kita gak di bawah,” imbuh bapak dua anak ini.
“Kita banyak sekali cobaannya, mulai pemain akumulasi kartu, hingga cedera seperti saya. Tapi sepak bola kan begitu. Serunya di situ, gak harus disesali, harus dihadapi, dilewati bersama-sama, harus makin solid,” pungkasnya.
