Manajemen Arema yang hadir dalam Musyawarah Nasional (MUNAS) II Aremania Utas, Minggu (21/6/2026) mengapresiasi pelaksanaan forum tersebut. General Manager Arema, Yusrinal Fitriandi menegaskan komitmen manajemen untuk terus bersinergi dengan organisasi suporter dalam membangun ekosistem sepak bola yang aman, profesional, dan bermanfaat bagi masyarakat.
MUNAS II ini digelar di Hotel Selecta, Kota Batu, selama dua hari mulai Sabtu (20/6/2026) lemarin. Agenda utama tentu pemilihan tujuh Presidium Aremania Utas oleh 122 Korwil dan Komunitas yang memiliki hak suara.
Dalam sambutannya di hadapan presidium, kandidat presidium, komite pemilihan, sesepuh, tokoh Aremania, jajaran Forkopimda Malang Raya, serta perwakilan korwil dan komunitas Aremania, Yusrinal menyebut MUNAS II bukan sekadar forum organisasi. Namun, ini juga sebagai momentum penting yang menunjukkan kedewasaan dan kemandirian Aremania sebagai kelompok suporter.
“Hari ini bagi kami manajemen Arema adalah momentum bersejarah dan momentum yang membanggakan. Munas kedua ini bukan sekadar tempat berkumpul, tapi melainkan panggung pembuktian bahwa Aremania adalah suporter yang dewasa, modern, dan mandiri,” kata Yusrinal.
Pada kesempatan tersebut, Yusrinal menyampaikan tiga pesan utama dari manajemen Arema kepada seluruh peserta MUNAS. Pesan pertama adalah pentingnya menjaga persatuan di tengah berbagai dinamika yang terjadi di lingkungan klub maupun suporter.
Menurutnya, perbedaan pandangan merupakan hal yang wajar dalam sebuah organisasi. Namun, persaudaraan dan identitas sebagai bagian dari keluarga besar Arema harus tetap menjadi prioritas utama.
“Tetaplah jaga persatuan. Karena dinamika klub dan suporter bisa dinamis, namun lambang Singo Edan dan persaudaraan kita harus tetap abadi. Aremania Utas adalah satu wadah, satu jiwa,” tegasnya.
Pesan kedua adalah mendorong Aremania menjadi kelompok suporter yang bermartabat dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Yusrinal berharap organisasi suporter tidak hanya aktif mendukung tim di tribun, tetapi juga menjadi ruang kreatif yang mampu menggerakkan sektor ekonomi, khususnya bagi pelaku UMKM.
“Jadilah suporter bermartabat dan bermanfaat. Jadikan organisasi ini ruang kreatif yang memberi dampak ekonomi yang nyata bagi UMKM kita, serta memberi manfaat sosial-ekonomi langsung bagi klub dan masyarakat Malang Raya,” katanya.
Yang terakhir, pesannya adalah tentang pentingnya edukasi perilaku positif kepada generasi muda. Dia menilai Aremania memiliki peran besar dalam menciptakan budaya suporter yang tertib, taat hukum, serta menjunjung tinggi nilai sportivitas.
“Mari kita pimpin gerakan perubahan, didik generasi muda kita sejak dini untuk menjadi suporter yang tertib, taat hukum, kreatif tanpa rasisme, dan selalu sportif di dalam maupun di luar stadion,” ujelas pria yang akrab disapa Inal ini.
Sebagai bentuk dukungan terhadap organisasi suporter, Yusrinal memastikan manajemen PT Arema Aremania Bersatu Berprestasi Indonesia (AABBI) siap berjalan berdampingan dengan presidium Aremania Utas yang terpilih nantinya. Inal berharap kolaborasi tersebut mampu memperkuat ekosistem sepak bola Malang yang aman, profesional, dan semakin disegani.
“Manajemen PT AABBI siap berdiri berdampingan dan berkolaborasi penuh dengan presidium untuk membangun ekonomi dan ekosistem sepak bola Malang yang aman, profesional, dan disegani,” terangnya.
Di akhir sambutannya, Yusrinal mengucapkan selamat bermusyawarah kepada seluruh peserta Munas dan berharap forum tersebut mampu menghasilkan keputusan-keputusan terbaik bagi masa depan organisasi maupun Arema.
“Selamat bermunas, selamat melahirkan keputusan-keputusan hebat demi masa depan kita bersama. Tunjukkan pada Indonesia bahwa Aremania telah bangkit menjadi lebih kuat dan lebih bijaksana,” tuturnya.
Forum yang berlangsung pada 20-21 Juni 2026 itu menjadi agenda penting untuk menentukan arah organisasi ke depan. Agenda tersebut juga mencakup pemilihan presidium yang akan memimpin organisasi sekaligus memperkuat peran Aremania sebagai suporter yang modern, mandiri, dan berkontribusi positif bagi perkembangan Arema.
